
KARANGLEWAS – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 membawa sejumlah penyesuaian baru. Berbeda dengan tahun lalu, proses pembuatan akun, pengisian data, unggah berkas, hingga penentuan titik zonasi kini dilakukan lebih awal. Tahapan yang berlangsung sejak tanggal 8 hingga 12 Juni 2026 ini dirancang sepenuhnya secara daring (online).
Meski sistem digital ini ditujukan agar orang tua tidak perlu repot mendatangi berbagai sekolah, realita di lapangan justru memperlihatkan dinamika yang berbeda. Posko pelayanan SPMB yang didirikan oleh SMP Negeri 1 Karanglewas tetap ramai “diserbu” oleh calon wali murid setiap harinya.
Layanan tatap muka ini bukan tanpa alasan. Sesuai dengan instruksi dari Dinas Pendidikan dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) kabupaten setempat, pihak sekolah tetap diwajibkan menyiagakan posko pelayanan SPMB.
Kedatangan para orang tua ini didorong oleh berbagai faktor. Sebagian mengaku kebingungan dengan alur pendaftaran digital, sebagian lagi sekadar ingin mendapatkan rasa tenang dengan memastikan berkas anak mereka sudah tervalidasi dengan benar. Tak sedikit pula yang sengaja datang untuk berkonsultasi dan meminta saran terkait pilihan sekolah terbaik.

Dengan mengusung moto “Melayani dengan Hati”, seluruh petugas dan panitia di SMPN 1 Karanglewas tampak sabar memberikan edukasi dan pendampingan. Tantangan muncul ketika pendaftaran memasuki hari keempat, Kamis (11/6). Tim verifikator dan operator sekolah menemukan sejumlah akun siswa yang statusnya tertolak atau membutuhkan perbaikan data. Tim verifikator dan koordinator operator menemukan sejumlah akun pendaftar yang statusnya tertolak atau membutuhkan perbaikan data.
Sayangnya, tak kunjung ada tindak lanjut perbaikan dari pihak pendaftar. Panitia menduga para orang tua kurang paham cara memperbaikinya, atau malah belum mengecek kembali akun tersebut sejak awal dibuat.
Menanggapi temuan tersebut, koordinator operator langsung melaporkannya kepada kepala sekolah. Tanpa menunggu lama, instruksi jemput bola pun diturunkan. Panitia segera bergerak menghubungi nomor ponsel orang tua siswa satu per satu untuk memberikan panduan perbaikan.

Tak berhenti sampai di situ, kepala sekolah langsung turun tangan membangun komunikasi dengan Pengawas SD di wilayah Karanglewas. Lewat koordinasi tersebut, pengawas diminta untuk meneruskan informasi ke seluruh sekolah dasar agar kembali mengingatkan para orang tua murid yang datanya masih bermasalah.
Melalui pendekatan proaktif ini, pihak sekolah berharap seluruh kendala teknis dan kebingungan masyarakat dapat teratasi. Selain itu, pelayanan juga diharapkan benar-benar mampu menjembatani para calon peserta didik baru untuk mendapatkan sekolah yang paling tepat sesuai dengan zonasi, kriteria, dan kondisi masing-masing.
Penulis : Ketua SPMB Tahun 2026




