Semangat Belajar Guru Kembali Menyala

Semangat berbagi dan belajar bersama kembali hadir di SMP Negeri 1 Karanglewas melalui kegiatan Hari Belajar Guru KITAJARI yang dilaksanakan pada 7 Agustus 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Perpustakaan Hidup: Kolaborasi Pemberdayaan dalam Pembelajaran” ini menjadi ruang bagi para guru untuk berbagi praktik baik, memperkaya wawasan, bertukar pengalaman, serta menemukan gagasan baru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan ini menegaskan bahwa perpustakaan tidak seharusnya dipandang hanya sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan dapat dikembangkan menjadi ruang belajar yang dinamis, tempat warga sekolah mencari informasi, mengeksplorasi gagasan, berdiskusi, menghasilkan karya, dan mengembangkan kemampuan literasi yang dibutuhkan dalam pembelajaran masa kini.
Perpustakaan sebagai Jantung Pembelajaran Berbagi Praktik Baik untuk Pembelajaran

Dalam kegiatan tersebut, Ninik Murtiatun, A.Md. bertindak sebagai narasumber dan berbagi praktik baik mengenai peran perpustakaan sebagai jantung pembelajaran.
Paparan yang disampaikan mengajak para guru melihat perpustakaan dari sudut pandang yang lebih luas. Perpustakaan bukan sekadar fasilitas pendukung, tetapi dapat menjadi bagian penting dari ekosistem pembelajaran yang menghubungkan sumber belajar, rasa ingin tahu, pengalaman peserta didik, dan kegiatan pembelajaran di kelas.
Perpustakaan dapat berfungsi sebagai penyedia sumber belajar yang memperkaya materi pelajaran. Koleksi buku, bahan bacaan, sumber digital, dan berbagai referensi dapat dimanfaatkan untuk membantu peserta didik memahami materi secara lebih mendalam.
Selain itu, perpustakaan dapat menjadi ruang eksplorasi ide. Peserta didik dapat membaca, mencari informasi, membandingkan berbagai sumber, mengajukan pertanyaan, dan membangun pemahaman berdasarkan pengalaman belajar mereka.
Perpustakaan juga dapat dikembangkan sebagai pusat pembelajaran berbasis proyek. Peserta didik dapat memanfaatkannya untuk mencari referensi, menyusun gagasan, melakukan pengamatan, mengolah informasi, hingga menghasilkan karya.
Dengan demikian, kegiatan membaca tidak berhenti pada memahami isi teks, tetapi dapat berkembang menjadi proses berpikir, berkarya, berkolaborasi, dan memecahkan masalah.
Tiga Pesan untuk Menguatkan Budaya Belajar Bersama

Dalam sambutannya, Sartam, S.Pd., Wakil Ketua Komunitas Belajar Taman Sari, menyampaikan tiga pesan penting yang dapat menjadi penguatan dalam kegiatan belajar bersama.
Pertama, kegiatan berbagi praktik baik hendaknya menjadi sarana untuk belajar bersama dan saling menginspirasi. Setiap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi sumber ide bagi guru lain untuk memperbaiki dan mengembangkan kualitas pembelajaran.
Kedua, budaya kolaborasi perlu terus dibangun. Pendidikan tidak dapat berjalan melalui usaha seorang diri. Diperlukan kerja sama, komunikasi, saling mendukung, serta kemauan untuk belajar dari pengalaman orang lain. Melalui kolaborasi, berbagai tantangan pembelajaran dapat dihadapi bersama dan melahirkan lebih banyak alternatif solusi.
Ketiga, ilmu dan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan berbagi hendaknya diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari. Praktik baik tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi perlu diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh peserta didik.
Dengan demikian, keberhasilan kegiatan belajar guru tidak hanya terlihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari adanya perubahan dan pengembangan praktik pembelajaran di kelas.
Dukungan Sekolah untuk Perpustakaan yang Hidup

Kepala SMP Negeri 1 Karanglewas, Dwi Riyani Darma Setianingsih, S.Pd., M.Pd., turut memberikan dukungan terhadap upaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inspiratif dan inovatif.
Perpustakaan tidak cukup hanya hadir sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi perlu dimanfaatkan sebagai ruang untuk menumbuhkan kreativitas, rasa ingin tahu, budaya membaca, dan literasi digital bagi seluruh warga sekolah.
Peserta didik saat ini berhadapan dengan arus informasi yang luas. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan ruang yang mendorong mereka untuk belajar memilah informasi, mencari sumber yang relevan, berdiskusi, bekerja sama, dan menghasilkan karya.
Dalam hal ini, perpustakaan dapat mengambil peran penting apabila dikelola sebagai ruang belajar yang nyaman, terbuka, dan terhubung dengan kegiatan pembelajaran.
Dari Ruang Buku Menjadi Ruang Tumbuh

Gagasan tentang “perpustakaan hidup” pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai fasilitas, tetapi juga mengenai budaya belajar di sekolah.
Perpustakaan menjadi hidup ketika warga sekolah menggunakannya untuk belajar dan berkarya. Guru dapat mengintegrasikan sumber perpustakaan ke dalam pembelajaran, peserta didik dapat menjadikannya tempat menemukan informasi dan inspirasi, sedangkan komunitas belajar dapat memanfaatkannya sebagai ruang berbagi praktik dan pengembangan profesional.
Semangat tersebut membuka peluang bagi SMP Negeri 1 Karanglewas untuk terus mengembangkan perpustakaan sebagai bagian dari pembelajaran yang mendalam dan kontekstual.
Kolaborasi antara guru, peserta didik, pengelola perpustakaan, komunitas belajar, dan pimpinan sekolah menjadi kekuatan penting agar perpustakaan benar-benar hadir dalam kehidupan sekolah.
Terus Belajar, Terus Berbagi

Hari Belajar Guru KITAJARI pada 7 Agustus 2026 menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan dapat dimulai dari langkah sederhana: mau belajar, mau berbagi, dan mau mencoba.
Praktik baik yang dibagikan dalam kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk melakukan perubahan dan pengembangan pembelajaran di kelas. Dari perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, diharapkan dapat tumbuh kebiasaan baik yang memberikan dampak lebih luas bagi peserta didik dan sekolah.
Melalui semangat kolaborasi yang terus tumbuh, SMP Negeri 1 Karanglewas berkomitmen untuk menjadikan perpustakaan sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.
Ketika perpustakaan benar-benar hidup, ruang belajar pun menjadi lebih kaya. Dari sana, literasi, kreativitas, karakter, dan potensi peserta didik dapat terus tumbuh dan berkembang.
Semoga semangat KITAJARI terus menjadi energi positif bagi seluruh warga sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam, kontekstual, kolaboratif, dan menyenangkan.
Karena pendidikan yang kuat bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang menciptakan ruang agar setiap peserta didik dapat menemukan, mengembangkan, dan menghidupkan potensinya.
Penulis,
Sartam, S.Pd. (Guru SMPN 1 Karanglewas)



