Sekolah Gelar Ujian Praktik Siswa Kelas 9 SMP Negeri 1 Karanglewas Tahun Ajaran 2024/2025

Dalam rangka memenuhi salah satu komponen penilaian kelulusan, SMP Negeri 1 Karanglewas menyelenggarakan Ujian Praktik bagi siswa kelas 9 yang dilaksanakan mulai tanggal 14 hingga 17 April 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan para siswa dalam berbagai mata pelajaran, namun juga sekaligus menjadi bagian penting dalam proses penentuan kelulusan.

Pelaksanaan ujian praktik ini dibuka secara resmi pada hari pertama, Senin, 14 April 2025, di lapangan sekolah. Pembukaan acara dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah, seluruh dewan guru, serta perwakilan dari siswa kelas 9 dari setiap kelas. Suasana pagi itu terasa khidmat namun penuh semangat, mencerminkan kesiapan seluruh elemen sekolah dalam menyambut kegiatan penting ini.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah, Ibu Dwi Riyani Darma Setianingsih, S.Pd., M.Pd, menegaskan pentingnya ujian praktik sebagai bagian dari evaluasi belajar siswa. “Ujian praktik bukan hanya formalitas, melainkan bagian penting dari penilaian akhir yang akan menentukan kelulusan diterapkan dalam praktik nyata,” ungkap beliau di hadapan peserta dalam pembukaan apel.

Selama empat hari pelaksanaan ujian praktik, seluruh siswa kelas 9 mengikuti serangkaian ujian pada delapan mata pelajaran. Masing-masing mapel memiliki bentuk ujian yang berbeda, menyesuaikan dengan karakteristik dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa. Rincian ujian praktik yang diikuti siswa:

Pendidikan Agama Islam

Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, siswa diuji dalam tiga bentuk praktik utama yang berkaitan langsung dengan ibadah dan pengamalan keagamaan. Pertama, siswa diminta untuk mempraktikkan tata cara wudhu yang benar sesuai dengan tuntunan syariat. Kedua, praktik shalat jenazah, mulai dari niat hingga pelaksanaan seluruh rangkaian shalat. Ketiga, siswa membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar, menunjukkan kefasihan dan pemahaman mereka terhadap bacaan kitab suci.

Bahasa Indonesia

Dalam ujian Bahasa Indonesia, siswa diminta membawa produk yang nantinya dipresentasikan berdasarkan teks prosedur. Mereka harus menulis langkah-langkah pembuatannya tersebut. Dan nantinya dikumpulkan makanannya beserta langkah-langkah hingga makanan tersebut jadi.

Bahasa Inggris

Serupa dengan Bahasa Indonesia, dalam ujian Bahasa Inggris siswa juga diminta membuat sebuah produk berdasarkan teks prosedur, namun seluruh instruksi disampaikan dalam bahasa Inggris. Tantangan dalam mata pelajaran ini terletak pada kemampuan komunikasi, kefasihan, dan penguasaan kosa kata yang sesuai. Selain itu, siswa harus mampu menjelaskan fungsi dan proses pembuatan produk yang mereka hasilkan di hadapan penguji.

Seni Budaya

Untuk mata pelajaran Seni Budaya, siswa diberikan kebebasan untuk memilih antara menampilkan sebuah tarian daerah atau drama pendek. Penampilan ini dilakukan secara berkelompok, mendorong siswa untuk bekerja sama dalam mempersiapkan kostum, dialog, serta koreografi. Penampilan tarian mencerminkan nilai-nilai budaya lokal yang dipelajari siswa selama satu tahun ajaran, sedangkan drama mengasah kreativitas, ekspresi, dan kemampuan berkolaborasi.

Bahasa Jawa

Ujian Bahasa Jawa mengharuskan siswa untuk menceritakan sebuah gambar yang telah disediakan oleh guru pengampu. Dengan menggunakan bahasa Jawa krama, siswa mendeskripsikan peristiwa dalam gambar serta menyampaikan narasi dengan struktur yang baik. Ujian ini menilai kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Pada mata pelajaran IPA, siswa diminta melakukan praktik pengukuran terhadap batu menggunakan alat-alat laboratorium sederhana. Mereka menghitung massa, volume, serta massa jenis batu, kemudian mencatat dan menganalisis hasil pengukuran tersebut. Ujian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana siswa mampu menerapkan konsep ilmiah dalam kegiatan nyata dan memahami prinsip dasar sains secara aplikatif.

Informatika

Di era digital seperti sekarang, penguasaan teknologi menjadi sangat penting. Dalam ujian praktik Informatika, siswa mempraktikkan pembuatan poster digital menggunakan perangkat lunak desain grafis menggunakan Canva. Setelah selesai, setiap siswa diwajibkan mencetak hasil karyanya secara mandiri. Poster yang dibuat mengangkat berbagai tema.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)

Ujian praktik PJOK menjadi salah satu yang paling dinanti oleh siswa karena menuntut gerak aktif dan keterampilan fisik. Dalam ujian ini, siswa diuji dalam lima cabang olahraga, yaitu:

  • Passing bola voli
  • Lari dengan jarak tertentu
  • Menendang bola ke sasaran
  • Berenang
  • Memasukkan bola basket ke ring

Masing-masing cabang menilai teknik, kekuatan, koordinasi, dan kecepatan gerakan siswa. Guru PJOK memberikan instruksi dan pengawasan langsung di lapangan maupun di kolam renang, memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib.

Selama pelaksanaan ujian praktik, suasana sekolah terasa berbeda. Setiap sudut sekolah dipenuhi dengan aktivitas siswa – ada yang sedang berlatih tarian, membaca teks prosedur, mencetak poster, hingga melakukan persiapan ujian agama. Para guru pun terlihat aktif memberikan bimbingan dan dukungan kepada para siswa agar dapat menampilkan hasil terbaik mereka.

Dengan berakhirnya pelaksanaan ujian praktik pada Kamis, 17 April 2025, maka tuntaslah salah satu rangkaian penting dalam proses penilaian akhir siswa kelas 9. Kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk evaluasi akhir tahun, tetapi juga menjadi ajang aktualisasi keterampilan dan karakter siswa.