Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen yang dinantikan oleh para siswa baru. Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk mengenal lebih jauh tentang lingkungan sekolah, budaya, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi, memahami aturan dan budaya sekolah, serta mengenal para guru dan teman-teman mereka. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan salah satu kegiatan penting yang harus diikuti oleh setiap siswa baru.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 1 Karanglewas dilaksanakan selama tiga hari yaitu dimulai pada hari Senin, 22 Juli 2024 hingga Rabu, 24 Juli 2024. Kegiatan hari pertama dimulai dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Kepala Sekolah. Apel ini menjadi ajang perkenalan formal antara siswa baru dengan seluruh staf pengajar dan pengurus sekolah. Selain itu, Kepala Sekolah memberikan arahan dan motivasi kepada siswa baru agar semangat dan antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MPLS. Dan selain itu, dalam apel tersebut juga terdapat penyematan tanda peserta MPLS.
Setelah apel pembukaan, siswa diarahkan untuk membuat video bertemakan “Cinta Bangga Paham Rupiah”. Selain arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya memahami dan mencintai mata uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Dalam pembuatan video ini, siswa diajak untuk berkreasi dan berkolaborasi, memperkuat rasa kebersamaan dan kreativitas mereka.
Setelah pembuatan video, siswa diberi waktu istirahat yang diisi dengan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Sekolah, dan Mars Adiwiyata. Dimana pada saat itu tidak hanya memberikan waktu rehat bagi siswa, tetapi juga memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap sekolah serta komitmen terhadap lingkungan melalui Mars Adiwiyata.
Usai istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Wawasan Wiyata Mandala oleh Ibu Kepala SMP Negeri 1 Karanglewas yaitu Ibu Dwi Riyani Darma Setianingsih, S.Pd., M.Pd. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang visi, misi, dan budaya sekolah. Siswa diajak untuk memahami peran mereka sebagai bagian dari komunitas sekolah dan bagaimana mereka bisa berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif.

Setelah materi yang cukup serius, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking. Sesi ini diisi dengan berbagai permainan dan aktivitas yang bertujuan untuk mencairkan suasana dan mempererat hubungan antar siswa. ice breaking ini penting untuk mengurangi rasa canggung dan membangun keakraban di antara sesama.
Berikutnya, siswa diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah oleh Bapak Sugeng Pamuji, S.Pd. Ekstrakurikuler ini meliputi berbagai bidang seperti olahraga, seni, sains, dan teknologi. Pengenalan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada siswa mengenai pilihan kegiatan di luar jam pelajaran yang dapat mereka ikuti untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Ektrakurikuler tersebut salah satu diantaranya yaitu : PMR, Seni Tari. Karya Ilmiah Remaja, Pramuka, Voli, Mading, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan setelah itu siswa kembali diajak untuk menyanyikan lagu kebangsaan, Mars Sekolah, dan Mars Adiwiyata.
Sebagai penutup kegiatan hari pertama, siswa diajak untuk berkeliling mengenal lingkungan sekolah. Mereka diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang ada di sekolah seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, dan lain-lain. Pengenalan ini bertujuan untuk membuat siswa merasa lebih mengenal dan nyaman dengan lingkungan baru mereka.
Kegiatan pada hari kedua dimulai dengan pengenalan para guru dan karyawan sekolah oleh Ibu Indah Etikawati, S.Pd. Acara ini sangat penting karena guru dan karyawan adalah bagian integral dari komunitas sekolah yang akan mendampingi siswa selama masa belajar mereka.
Setelah pengenalan guru dan karyawan, acara dilanjutkan dengan pengenalan Kurikulum Merdeka oleh Wakil Kepala Sekolah (Waka) bidang Kurikulum yaitu Ibu Kristianah, S.Si. Dalam sesi ini, Waka Kurikulum menjelaskan konsep Kurikulum Merdeka, tujuan, dan bagaimana implementasinya di sekolah. Siswa diperkenalkan dengan fleksibilitas dalam memilih mata pelajaran sesuai dengan minat siswa, pembelajaran berbasis proyek, dan penilaian yang berfokus pada pengembangan kompetensi dan karakter.
Setelah dua sesi yang padat, siswa diberikan waktu istirahat. Waktu istirahat ini penting untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk beristirahat, bersosialisasi dengan teman baru, dan menyegarkan pikiran sebelum melanjutkan ke sesi berikutnya
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengisian materi mengenai kesadaran disiplin berlalu lintas oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Karanglewas. Dalam sesi ini, Kapolsek menjelaskan pentingnya disiplin berlalu lintas, aturan-aturan dasar lalu lintas, dan bagaimana menjaga keselamatan di jalan raya. Materi ini sangat relevan bagi siswa. Kesadaran dan disiplin berlalu lintas adalah bagian penting dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini.

Setelah itu, Danramil (Komandan Rayon Militer) Karanglewas mengisi sesi mengenai kesadaran berbangsa dan bernegara, nasionalisme, dan patriotisme. Sesi ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia. Danramil menjelaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, menghargai keberagaman, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Dengan materi ini, siswa diharapkan dapat mengembangkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang kuat, serta memiliki kesadaran akan peran mereka dalam menjaga keutuhan bangsa. Selain itu siswa juga diajarkan untuk baris berbaris langsung oleh Danramil di lapangan.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking. Ice breaking yang bertujuan untuk mencairkan suasana dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bersenang-senang sejenak. Tujuan dari ice breaking adalah untuk meningkatkan keakraban antar siswa, mempererat kebersamaan, dan mengurangi ketegangan.
Sesi berikutnya adalah pengisian materi mengenai belajar efektif oleh Ibu Marfeni Rita Dewi, S.Pd. Dalam sesi ini, siswa diajarkan berbagai teknik dan strategi belajar yang efektif, seperti manajemen waktu, metode membaca yang efisien, teknik mencatat yang baik, dan cara menghadapi ujian. Materi ini sangat berguna bagi siswa baru yang perlu menyesuaikan diri dengan beban belajar di tingkat sekolah yang lebih tinggi. Dengan memahami cara belajar yang efektif, siswa dapat meningkatkan prestasi akademik mereka dan mengelola waktu belajar dengan lebih baik.
Dan Kegiatan hari kedua ditutup dengan sesi pembinaan mental keagamaan oleh Bapak Asron, S.Ag. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral siswa dan membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan memiliki moral yang baik.
Pada kegiatan MPLS hari ketiga diawali dengan sesi pendidikan karakter dan budi pekerti yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan yaitu Ibu Laely Mardhiyani, S.Pd. Materi ini sangat penting untuk membekali siswa dengan nilai-nilai moral dan etika yang akan menjadi dasar bagi mereka dalam menjalani kehidupan sekolah dan bermasyarakat. Pendidikan karakter meliputi berbagai aspek seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan kerja sama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking.
Lalu dilanjutkan materi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari Puskesmas Karanglewas. PHBS ini merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan sekolah. Materi ini mencakup kebiasaan-kebiasaan baik seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan pribadi, dan lingkungan. Selain itu, topik pencegahan stunting pada remaja juga dibahas dalam sesi ini. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya gaya hidup sehat dan mencegah masalah kesehatan jangka panjang.
Sesi berikutnya adalah penanggulangan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) dan bahaya narkoba yang disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Sesi ini sangat penting mengingat tingginya risiko penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. BNN memberikan edukasi tentang jenis-jenis narkoba, dampak negatif penggunaan narkoba, serta cara-cara mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba. Informasi ini sangat berharga bagi siswa untuk mengenali bahaya narkoba dan bagaimana melindungi diri serta teman-teman dari jeratan narkoba. Edukasi ini juga mencakup informasi tentang layanan bantuan dan rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan.
Setelah sesi dari BNN, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan perpustakaan sekolah. Perpustakaan adalah pusat sumber daya belajar yang sangat penting bagi siswa. Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di perpustakaan, termasuk koleksi buku, majalah, dan pengenalan aplikasi Perpustakaan Online (perditas). Petugas perpustakaan juga memberikan informasi tentang tata cara meminjam buku, aturan perpustakaan, dan program-program menarik yang sering diadakan di perpustakaan. Dengan hal tersebut diharapkan siswa dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal untuk mendukung kegiatan belajar mereka. Dan kegaiatan tersebut diakhiri dengan apel penutup. Apel ini merupakan momen refleksi dan evaluasi dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung.




